Page

Jumat, 23 Juli 2010

Merindukanmu !!!


oleh Ahmad Adityawarman

“…kemudian akan tegak kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian…”
(HR Ahmad)

Pernah dengar bunyi hadits yang di atas sebelumnya? Atau pernah dengar yang namanya ‘Khilafah’ yang disebut pada hadits ini?
“Khilafah, makanan apa lagi tuh?” Gubraaaak!! Makanya jangan cuma jadi anak rumahan yang cuma bisa nonton acara wisata kuliner dong. Tapi jadilah anak punk (punk’ngajian’, hehe). Mungkin kita juga sering dengar banyak orang-orang baik teman kita, ustadz, aktivis dakwah, dan lainnya ngomong masalah Khilafah ini. Atau di beberapa media Islam juga disebutkan istilah tersebut.

Dan beberapa perhelatan akbar, seperti Konferensi Khilafah Internasional yang diadakan tahun 2007 di Gelora Bung Karno, Muktamar Ulama Nasional yang menghadirkan 5000 lebih ulama Indonesia dan internasional, juga Kongres Mahasiswa Islam Indonesia pada bulan Oktober lalu yang membahas pentingnya penegakkan Khilafah. Lalu, apa sih sebenarnya Khilafah itu? Yang jelas bukan nama makanan apalagi nama judul sinetron..

Khilafah adalah institusi yang menerapkan syari’ah (hukum Islam) pada seluruh aspek kehidupan dan merupakan kepemimpinan umum bagi umat muslim seluruh dunia. Beberapa kalangan dan juga di beberapa hadits khilafah disebut imamah, dua kata yang mengandung arti sama.

Dengan penerapan sistem Islam komprehensif, dulu Khilafah berjaya sebagai negara superpower yang sempat memiliki wilayah seluas dua pertiga belahan dunia. Sejarah pun telah mencatat fakta kegemilangan umat Islam dibawah pimpinan sang Khalifah.

Bermula dari diutusnya Rasulullah yang mulia, revolusioner sejati sepanjang masa, berdirilah negara Islam yang pertama di Madinah. Setelah Beliau wafat berlanjutlah kepemimpinan umat di tangan para Khalifah di masa Khulafaurrasyidin, dan dilanjutkan para Khalifah di masa kekhilafahan berikutnya. Maka, tunduklah dua imperium raksasa Romawi dan Persia. Terbukalah pintu gerbang Palestina dihadapan Umar sang singa padang pasir. Takluklah kota Andalusia di negeri Spanyol oleh pasukan Thariq bin Ziyad. Bertekuklututlah pasukan salib dihadapan tentara Salahuddin al Ayyubi. Jatuhlah kota besar Konstantinopel ke tangan Muhammad al-Fatih. Meluaslah daerah negara Islam dari Asia hingga ke Afrika bahkan Eropa.

Keadaan rakyat waktu itu sungguh sangat sejahtera, makmur dan aman sentosa. Teringatlah kita kala sang khalifah Umar bin Abdul Aziz bingung dengan melimpahnya harta di kas negara, bahkan rakyatnya di Afrika tak ada yang mau menerima zakat. Saking sentosanya sampai-sampai serigala tak mau menerkam hewan ternak yang tak dijaga penggembala. Kriminalitas sangat-sangat jarang terjadi. Dan tak hanya umat Islam, kaum agama lain seperti Nasrani dan Yahudi puas dengan kepemimpinan Islam sehingga mampu berdampingan hidup dengan tentram dan damai.

Kemajuan pesat juga terjadi di bidang sains dan teknologi maupun ilmu pengetahuan lainnya. Ketika orang Eropa masih berpikir bumi itu datar dengan monster yang menjaga tiap ujungnya, Khalifah al-Makmun abad 11 M telah menemukan peta bumi dan langit dan al-Idrisi berhasil membuat bola dunia dari perak 1 abad setelahnya. Buku kedokteran karya Ibnu Sina, al-Qanun al Qanun fi ath Thibb, dianggap sebagai ensiklopedia ilmu kedokteran dan ilmu bedah terlengkap di zamannya (kurun abad XII s/d XIV M) dan menjadi referensi utama fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi Eropa. Teknologi perang sangat maju, seperti penggunaan mesiu, pistol, roket dan lain-lain. Nggak usah saya paparkan di sini semua ilmuwan beserta temuan dan kontribusinya pada bidang ilmu pengetahuan, pasti kalian sampai bosan ngebaca saking banyaknya (cari aja di buku atau sumber lain, itung2 nambah wawasan juga kok).

Pantas lah seorang intelektual Barat pernah berujar:“Peradaban Islam merupakan peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan sebuah negara adidaya kontinental (continental super state) yang terbentang dari satu samudera ke samudera yang lain; dari iklim utara hingga tropik dan gurun dengan ratusan juta orang tinggal di dalamnya, dengan perbedaan kepercayaan dan asal suku… Tentaranya merupakan gabungan dari berbagai bangsa yang melindungi perdamaian dan kemakmuran yang belum dikenal sebelumnya.”
(Carleton S saat mengomentari peradaban Islam dari tahun 800 hingga 1600 dalam Ceramahnya tanggal 26 September 2001, dengan judul “Technology, Business, and Our Way of Life: What’s Next”).

Kawan, itu baru segelintir fakta yang menunjukkan betapa luar biasanya keadaan umat Islam saat itu. Dan ini bukanlah cerita dongeng penghibur anak kecil yang sedang nangis, sekali lagi ini fakta sejarah! Kalau pun banyak di antara kita yang nggak tau bahwa umat Islam pernah berjaya dalam naungan negara Khilafah, itu karena pihak yang membenci Islam selalu menutup-nutupi dan memanipulasi sejarah-sejarah yang ada.

Sayangnya, seperti kata sobat masa kecil saya, Ariel peterpan, tak ada yang abadi. Kedigdayaan Khilafah akhirnya runtuh, bukan, tapi diruntuhkan oleh seorang pengkhianat agen Inggris Mustafa Kemal Pasha dengan konspirasi keji yang dirancang dengan rapi. Dan atas jasa manipulasi sejarah jugalah kita malah mengenal pengkhianat ini sebagai Bapak Turki, Pembaharu Turki, dan gelar palsu lainnya yang sangat menghina kita. Mustafa Kemal pada tahun 1924, tepatnya tanggal 3 Maret, mengubah sistem Khilafah menjadi sistem republik, mengusir khalifah terakhir Sultan Abdul Majid, mencampakkan syari’at Islam yang dulunya menjadi aturan bernegara dan memilih aturan Barat sebagai penggantinya.

Dan tanpa Khilafah, umat Islam saat ini terpecah belah dalam batas negaranya masing-masing. Dengan mudah negara kafir penjajah mulai menginvasi negeri-negeri kaum Muslim. 8 Maret 1945 sampai 1963 1,5 juta rakyat sipil dibunuh oleh tentara Prancis. Tahun 1947 di Kashmir lebih dari 70 ribu orang syahid. Di Bosnia 11 Juli 1995 pembunuhan massal yang dilakukan tentara Serbia atas izin PBB di Sebrenica menewaskan 8.373 orang. Di Aljazair, di Checnya, Afghanistan, Palestina… Tidak, nggak usah saya ceritakan lebih jauh, terlalu keparat perlakuan kaum kafir kepada saudara-saudara kita di sana..

Negeri-negeri muslim yang lain juga dijajah walaupun tak secara fisik. Lihatlah para penguasa boneka yang begitu mudahnya menurut kepada kaum kafir. Tak punya harga diri! Ikut-ikutan mengambil sistem dan paham dari Barat yang jelas bobroknya kayak demokrasi, kapitalisme, dan sebagainya. Sikap mereka cuma diam ketika umat Islam yang bahkan negara tetangganya dibombardir secara biadab. Paling juga mengecam supaya dianggap peduli, padahal nggak ada gunanya sama sekali. Tapi anehnya menerima dengan tangan terbuka, berfoto begitu mesra dan menjamu makan penguasa kafir yang telah membantai umat Islam. Kebijakan politik selalu sarat kepentingan asing. Benar-benar pengecut, lebih takut pada orang kafir dibanding kepada Tuhannya sendiri ternyata.

Generasi muda Islam makin jauh dari agamanya. Dicecoki oleh gaya hidup rusak mulai dari pergaulan, mode, budaya melalui media yang nggak mutu sama sekali. Akhirnya rela membebek dan berkiblat pada gaya hidup Barat dengan alasan ngikutin trend. Pergaulan makin parah, pacaran sampai zina (na’udzubillah) sudah dianggap biasa.

”Ih, loe itu homo apa kagak laku-laku?” begitu celetukan yang ditujukan pada orang yang istiqomah menjaga prinsipnya.

”Ngapain sok ceramahin gue, loe. Dasar sok ustadz.” Eh, malah dikatai begitu saat mencoba menjelaskan pandangan Islam mengenai pacaran. Ckckck, parraaahhh!

Di lini kehidupan lain pun umat Islam makin tertinggal jauh. Pendidikan yang makin terkebelakang, kemiskinan merajalela. Ajaran Islam dilecehkan, al-Qur’an dibuang ke toilet, membuat kartun hina dengan maksud menggambarkan Nabi Muhammad. Kita paling cuma bisa menggeram marah, mengutuk, sekali lagi tanpa bisa melakukan tindakan nyata. Aaaahhhh, apa-apaan ini! Predikat umat Islam sebagai umat terbaik dikemanakan!

Maka membandingkan kehidupan Islam di zaman Khilafah dulu dibandingkan keadaan umat tanpa Khalifah sekarang sungguh amat berbeda. Yang dulunya hidup mulia sekarang jadi terpuruk dan terhina. Apa yang musti kita lakukan? Syukurlah saya yang sebenarnya tergolong bejat ini sempat ’diculik’ buat ikut ngaji Islam oleh sahabat-sahabat saya. Sehingga saat ini saya bisa merasakan betapa rindunya diatur kembali oleh syari’at Islam yang mulia dan memuliakan.

http://mafahimcenter.wordpress.com/2010/01/03/merindukanmu/

Bidadari dunia itu kamu kan ??? ayo ngaku...ngaku....ngaku !

oleh Gilang Zulfairanatama Al-Arsyad

bidadari dunia
pertama2 kita perlu meluruskan pemikiran kita yah . . mungkin masih banyak yang berpikir kalo bidadari dunia itu adalah “ibu”. padahal bukan loh . . pernah kan kawan2 ikut training pencerahan jiwa? ada kan video “dialog antara bayi dengan Tuhan”? kalo ga benar, gini dialognya :

bayi: aku begitu lemah. bagaimana mungkin aku akan hidup di bumi-Mu?
Tuhan: kau akan dijaga oleh seorang “malaikat”
bayi: siapakah malaikat itu?
Tuhan: kau bisa memanggilnya dengan sebutan “ibu”
“terimakasih yah ibu, engkau telah menjadi ‘malaikat penjagaku’. selama aku hidup engkau yang tak pernah lelah menyayangiku . .”
oke, dah lurus kan sekarang. “apanya yang lurus?” yang pasti bukan rambut . . kalo rambut yang dilurusin namanya ‘rebonding’ . . “kalo jenggot?” ihh .. jadi ‘merinding’ ..
balik ke topik ..



siapa yang pantas dibilang sebagai bidadari dunia? apakah kamu? .. wah ada yang angkat tangan! tapi kok ada jenggotnya? ihh .. lagi2 jadi ‘merinding’

apakah fisik atau hati yang lembut, yang merupakan kecantikan bidadari dunia? apakah hanya salah satunya? mari kita lanjut ..

-menurut saya sih kedua2nya-

kita bahas yg segi fisik dulu deh .. cantik? maybe ..
pernahkah kalian membandingkan wanita yg menjaga auratnya dengan yang ga? secara ga sadar mungkin aja pernah, iya kan? hehe .. kawan2 tau ga, kalo bidadari di surga, begitu sopan dan menundukkan pandangan. sudah dapat simpulannya? yap! bidadari dunia itu adalah wanita yang sopan dan menundukkan pandangan juga, SEKALIGUS tertutup auratnya. apakah mereka itu cantik? tentu saja! dan itulah hakikat sebenarnya.
“apa hakikatnya, bang?” eits .. jangan panggil abang dong! panggil dede aja yah ..

jadi gini ibu2 & bapa2 “lho kok manggilnya ibu ma bapa sih” (ya iyalah .. saya kan dede), bidadari dunia itu pandai banget mengurus dirinya .. pandai banget menjaga auratnya .. beda kan sama saya, kalo saya ga pernah pake kerudung apalagi jilbab. hehe ya iyalah ..
dari situ aja, jelas dong secara fisik bidadari dunia itu lebih unggul, soalnya mereka itu perhiasan2 yg terjaga. beda dong sama yg membuka auratnya, mungkin mereka cantik dengan memperlihatkannya, tapi itu sama aja dengan ga merawat diri sendiri, apakah mereka itu perhiasan yg terjaga? “aduh dede pucink, jawab ndiri yah pertanyaan itu” ..

analoginya gini,beda ga pisang goreng ama kue lapis legit? “beda dong dede ..” kalo lapis legit mah susah banget ngebuatnya .. lapis legit harganya mahal, bungkusnya rapi, dijualnya di toko2. bandingkan ama pisgor (pisang goreng), susah ga ngebuatnya? mahal ga? dibungkus ga? di mana dijualnya? wah dede bingung ngejawabnya. ibu2 & bapa2 ada yg bisa jawab ga? ..
-semua wanita itu cantik, yg ngebedain adalah cara mereka menjaga kehormatannya-
kita lanjut ke segi “hati yg lembut” yuk ..
“kalo yg ini sih jelas, de ..”

yakin nih dah jelas? boleh dede nanya ga? seseorang yg lembut, gimana cara bicaranya? apakah suara mendayu2, biar perahunya lekas sampai .. (ckck .. kalo itu sih namanya mendayung2)
di sebuah bla bla bla, kebetulan yg jaga akhwat. hehe

mau ga mau alias kepaksa tapi dengan hati yg ringan “lho kok hatinya ringan?” kalo hati ini berat kan dede jd susah ngebawanya .. dede kepaksa bayar (abisnya kalo ga bayar kan namanya maling).
pas lagi bayar, dede sih lihatnya ke sandal jepit yg telantar, penat juga lama2 ngeliat sandal jepit ..
setelah selesai ngitung, beliau ngomong bla bla bla. saking kagetnya (ah lebay deh dede ..) mata ini secepat kilat tertuju ke sumber suara (tuh kan lebay ..)

wew .. beliau nunduk.

dede liat sekilas. beliau itu sedang nundukin pandangannya. di samping beliau, ada seorang akhwat yg nemenin.
kali ini dede ngeliatin kertas di atas meja. beliau bicara seadanya, suaranya ga dibuat2, ga mendayu2, tapi tetap ramah (dede yakin beliau masih nunduk)

-kata2 yg baik seharusnya ‘tegas’, sekaligus jauh dari kata2 kasar-

banyak lagi sih hal yg bisa dibahas, tapi dede mau ke sebuah bla bla bla dulu. tapi bukan bla bla bla yg di atas .. hehe
ayo kawan sekarang lihat ke dalam dirimu .. mau dapat peran sebagai lapis legit atau pisgor? wah yg mana yah yg bisa mengantarkan ke surga?
afwan kalo ada salah kata ..

sebuah bla bla bla i’m coming ..

Jumat, 18 Juni 2010

Wahai Pemuda Islam !!!!



Engkau adalah perwira umat!

Engkau adalah harapan umat!

Di tangan kalianlah terletak kebangkitan dan perubahan yang dijanjikan Allah!

Lihatlah para sahabat , kebanyakan datang dari kalangan pemuda

seperti Saidina Ali ra, Arqam bin Abi Arqam ra, Mus’ab b Umair dan banyak lagi.

Lihatlah penakluk Spanyol, Tariq bin Ziyad yang hanya berusia 17 tahun mampu memimpin tentera para Syuhada’.

Sultan Muhammad Al-Fateh yang berusia 20 tahun, adalah penakluk Constantinopel!

Lihatlah bukti di lembaran sejarah kemuliaan umat Islam, kalian akan dapati bahawa kebangkitan itu bermula dari kalian, wahai pemuda Islam!

untuk itu marilah bangkit para pemuda, Islam merindukanmu

sudah saatnya kalian bangun dari keterbuaian oleh sistem busuk ini.

BANGKITLAH......BANGKITLAH......ISLAM MERINDUKAMU.

Musnahlah Kau Nasionalisme dari Hidupku !!!!!!

Kapitalisme kufur telah menjajah, merusak serta memundurkan taraf berfikir umat Islam saat ini dengan

begitu dahsyatnya. malah para penjajah ini ingin melancarkan ide busuk mereka untuk terus memecah

belah umat Islam, mereka telah menanamkan pemikiran Nasionalisme dan patriotisme dengan begitu

mendalam terhadap umat islam. fanatisme golongan dalam sekat-sekat nagara kecil yaitu bangsa ini terus

subur dikalangan umat Islam sehingga tidak ada lagi ikatan Ukhuwah Islam sesama mereka, tidak ad lagi perasaan cinta sesama merema karena apa yang mengikat diantara mereka hanyalah Asobiyah yang telah dilarang oleh Rasulullah !!

akibatnya, malapetaka yang terjadi di negeri muslim lainnya dianggap bukan masalah bagi umat muslim yang berada di negeri ini. namun sekiranya bangsa mereka disentuh saja, mereka langsung merasakan kemarahan yang membuncah.

apa yang terjadi sekarang ini dapat kita lihat jelas pada hari ini. Umat Islam di Indonesia hanya menganggap tanah mereka hanya di Indonesia saja, sedangkan bangsa lain tidak berhak atas tanah ini walaupun mereka sesama muslim.

sesungguhnya tanggapan seperti ini jelas salah dan merusakkan. !!!!

Wahai Saudaraku !!!!! Palestina adalah tanah kita, Iraq adalah tanah kita, begitu juga dengan Afghanistan.

masalah yang melanda umat Islam di Myanmar adalah masalah kita, pembantaian umat islam di Uighur adalah juga masalah kita. kesedihan yang menimpa umat Islam di Filipina, Palstina, Checnya dll adalah kesedihan kita juga.

lalu apakah kamu masih mau mempertahankan semangat kebangsaan ini yang telah menghancurkan umat Islam ??????

Bukankah Umat Islam itu laksana satu tubuh. bila tangan kanan di cubit maka tangan kiri juga ikut merasakan.

Asobiyah ini telah lama dipupuk oleh kaum kufur kedalah dada umat Islam. maka inilah saatnya untuk umat Islam bersatu dalam naungan Daulah Khilafah Rasyidah dan membuang asobiyah ke tong sampah peradaban.

Saatnya membrangus Ashobiyah dalam diri ini.

ALLAHUAKBAR !!!!!

Senin, 07 Juni 2010

Orkestra Terdahsyat !!!




Islam adalah agamaku
menangnya adalah menangku
kemuliaannya adalah kemuliaanku
kejayaannya adalah kejayaanku

tak kan kubiarkan ajarannya memudar
tak kan ku biarkan keagungannya dihina
jika sekarang wajah islam kusam
jika sekarang bendera Islam terkulai

maka akan aku cerahkan wajahnya dengan jiwaku
maka akan ku kibarkan bendera arraya dan alliwa dengan darahku
karena tiada kemuliaan hidup bagiku tanpa islam
islam hanya memberikan dua pilihan yang mulia

"HIDUP DENGAN KEMULIAAN ISLAM ATAU MATI SEBAGAI SYUHADA"

SAATNYA KEMBALI PADA ISLAM DALAM BINGKAIAN KHILAFAH YANG AKAN MENERAPKAN SYARI'AH SECARA KAFAH.
ALLAHUAKBAR !!!!!!!

La ila ha ilalallah

Jihad fi sabilillah

Di mana suara-suara barikade itu?

Sungguh terdengar seprti suara harmoni yang tak perlu nada untuk menampilkan orchestranya.

La ila ha ilallah

Muhammadar rasulullah

Jihad fi sabilillah…

Semakin jelas

Semakin terang

Semakin terdengar

Bukan sayup-sayup

Tapi tedengar lantang

Di mana kah itu?

La ila ha ilallah

Muhammadarasulullah

Kejejaki tepi-tepi perjalanan untuk mencari sumber suara itu.

Bagian pertama

Kutemukan suara itu di ujung kota kecil yang sedang terserang oleh senapan kebiadaban,

Tak terlihat seperti apa yang mereka ucapkan itu sedang berlemah dan lengah, namun mereka siap membalas hingga tuntas.

Melalui sebuah batu-batu berterbangan dan seuah Molotov yang siap diledakkan.

Dan bibir mereka mengucapkan selalu

La ila ha ilallah

Muhammadar rasulullah

Jihad fi sabilillah.

Bagian kedua

Kutemukan suara itu di sudut perjuangan jiwa menggelora yang membuang kebatilan dan melempar sejuta konpirasi Bengal yang dijejali oleh pemakar kejahatan.

Di barisan mereka tergambar pula suatu panji yang terus meninggikan suara itu

La ilaha ilallah

Muhammadar rasulullah

Jihad fi sabilillah.

Bagian ketiga

Kutemukan suara itu di balik sunyinya sebuah ruang.

Di hati para pencinta-Nya semakin tangis lelap dalam tafakur yang penuh tadabbur.

Bibirnya yang basah akibat terkena aliran air matanya pun selalu menyebut

La ilahailallah

Muhammadar rasulullah.

Entah beberap bagian lagi yang aku susuri,

Inilah simponi terindah yang terdengar,

Makin malu seraya haru aku atas ini,

Apalah yang aku hadapi tak berat ini yang membuat aku terpekur pada itu saja,

Sementara simponi yang tedengar indah walaupun tanpa nada itu sibuk terus meninggikan kalimatullah dan tak lelah-lelah meskipun tubuh mereka terpenjara.

Ah parah…

Biaralah sajak-sajak sampah ini menggeluti pemikiranku yang diambang kabut.

Sudah..

Biarkan cukup di sini.

Tegak dan gabung bersama mereka untuk bersama memainkan suara tanpa nada,

Bukankah itu yang ingin kau lakukan,

Berorkestra bersama menghasilkan orchestra untuk meninggikan kalimatullah

Kamis, 03 Juni 2010

KEBUN BINATANG TERBESAR DIDUNIA ada dimana hayo...???




hayo siapa yang tau...???
kalo masih bingung, nic aku kasih pancingannya biar bisa nebak....

Allah swt berfirman

Artinya : “Dan Sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". (QS. Al Baqoroh : 65)
Didalam tafisr al Qurthubi juz I hal 443 disebutkan bahwa pendapat seperti ini diriwayatkan dari Mujahid didalam menafsirkan ayat ini yaitu perubahan pada hati mereka dan pemahaman mereka berubah seperti pemahaman monyet.

kalo kita lihat fakta sekarang, kayak nya emang cocok kalo yahudi itu memang BEROTAK kera dan Amerika sebagai Pelindungnya. kalo boleh saya bilang Amerika itu ya Si PEMELIHARA kera2 tersebut. apalagi si Obama itu kan Nasabnya emang dari Bangsa Yahudi juga jadi Klop dech, sama2 otak kera saling melindungi.
tp kalo di Indonesia ada yang nyuruh kita menghormati Si OTAK KERA TERSEBUT, entah cocoknya mau disebut apa terserah anda menilainya. saya berdoa Moga gak adalagi yang Nyuruh2 kaum Muslimin untuk menghormat si Otak kera.

dari secuil penjelasan diatas, anda bisa menebak Quiz ini, silahkan anda tebak dimanakah letak Kebun binatang terbesar didunia itu
hayo siapa bisa jawab...

sumber : http://miauideologis.multiply.com/journal/item/138/KEBUN_BINATANG_TERBESAR_DIDUNIA_ada_dimana_hayo...

Wahai Cucu-cucu Sultan Muhammad al-Fatih!!!!!





Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Palestina

No: S/B.N.010/55

Tanggal: 17 Jumaduts Tsani 1431 H/31 Mei 2010 M

Keterangan Pers

Jeritan Permintaan Tolong untuk Membalas Pengacau:

Sekarang… Sekarang… Wahai Cucu-cucu Sultan Muhammad al-Fatih!



Militer Israel dengan sangat brutal dan penuh kebencian, telah melakukan serangan terhadap kapal bantuan yang tengah berlayar menuju Gaza. Serangan itu menewaskan enam belas orang dari penumpang kapal yang gagah berani menghadapi serangan tentara Yahudi terhadap kapal itu. Kapal itu berlayar dalam misi kemanusiaan, yang memuat orang-orang sipil, dan diliput media. Kapal itu bukanlah armada perang yang mengangkut militer dan kekuatan perang untuk menyerang benteng Yahudi.

Kapal itu, sebenarnya lebih kecil dari apa yang menjadi kewajiban umat terhadap penduduk Gaza, yang terus bersabar dan bersabar seraya menjerit meminta pertolongan; sementara tidak ada seorang penguasa kaum Muslim pun yang menjawab jeritan itu. Kapal itu sebenarnya tidak mungkin menghilangkan embargo, juga tak mungkin mengusir musuh. Meski demikian, para pemimpin entitas Yahudi pendengki, seperti kebiasaan mereka dalam setiap penyerangan brutalnya, di mana mereka merasa aman disamping para penguasa kaum Muslim; mereka melakukan kejahatan-kejahatannya itu tanpa memandang negara yang menyatakan dirinya sebagai pewaris Khilafah Utsmaniyah yang agung. Juga tanpa menganggap sedikitpun hubungan dengan Yahudi yang terus intens dipertahankan oleh penguasa Turki. Para pemimpin entitas Yahudi itu melakukan semua itu tanpa peduli dengan semua penguasa kaum Muslim.

Menghadapi kejahatan brutal ini, maka mempercayakan kepada masyarakat internasional, sikap negara-negara Eropa, Dewan Keamanan, perkumpulan-perkumpulan negara Arab, aksi diplomasi dan perdebatan perundang-undangan tentang perairan regional dan internasional, semua itu hanyalah upaya sia-sia secara politik dan lari dari tanggungjawab. Entitas batil dan negara brandal ini terus-menerus melakukan aksi-aksi ilegal. Mereka menginjak-injak undang-undang dan konvensi internasional dengan bergandengan tangan dengan barat, tanpa memandang sedikitpun reaksi yang luar biasa.

Sungguh, umat saat ini telah kehilangan Sultan Utsmani Abdul Hamid yang menempeleng broker Yahudi dengan respon yang dicatat dengan tinta emas oleh sejarah. Yaitu pada hari di mana mereka datang menegosiasikan tanah Palestina. Umat saat ini juga kehilangan tokoh-tokoh bertakwa dan gagah berani seperti Sultan Muhammad al-Fatih yang memobilisasi pasukan menggulung imperium Romawi.

Apakah penguasa Turki akan marah seperi kemarahan Sultan Abdul Hamid. Apakah penguasa Turki akan menyifati diri dengan keluhuran dan heroisme sultan Muhammad al-Fatih? Apakah penguasa Turki akan bangkit bergerak sebagaimana al-Mu’tashim untuk memberi pelajaran kepada entitas Yahudi agressor dengan pelajaran yang mengubah jalannya sejarah? Ataukah mereka akan mencukupkan diri dengan berteriak di media dan melakukan aksi-aksi politik yang dangkal, manipulatif, dan sebagai “kanalisasi” rasa marah kaum Muslim?!

Sungguh pengkhianatan para penguasa dan pengabaiannya terhadap Palestina dan penduduknya, telah membuat mustahil menaruh harapan kepada mereka. Tidak ada kebaikan yang bisa diharapkan dari pemerintah Turki yang membiarkan rakyatnya dan siapa saja yang bersama mereka, pergi untuk menghadapi musuh yang memiliki catatan sejarah dengan tangan berlumuran darah dan catatan sebagai jagal, tanpa disertai dengan perlindungan dari kapal-kapal perang dan tentara. Karena itu, kami menyeru para komandan yang mukhlis di dalam militer Turki dan seluruh militer islami, untuk menghentikan drama ini, sekarang…dan sekarang…! Dan kami menyeru untuk bergerak segera menobatkan seorang pemimpin mukhlis yang mengeluarkan para tentara dari barak-barak mereka, memenuhi gelegak aliran darah mereka, dan memobilisasi mereka untuk menghentikan kebrutalan dan kesombongan Yahudi di muka bumi. Juga memobilisasi orang-orang yang mencintai mati syahid lebih dari kecintaan Yahudi terhadap kehidupan, untuk membuat Yahudi melupakan bisikan setan; untuk menguliti karakter licik dan kepengecutan Yahudi; serta mencabut entitas Yahudi sebagai duri dari tanah suci.

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (QS al-Anfal [8]: 72)


sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2010/06/01/wahai-cucu-cucu-sultan-muhammad-al-fatih/