Page

Senin, 10 Januari 2011

AWAS...!!!!! Pendekar-Pendekar Porno Mengintai Kalian.



Mie apa yang paling mahal???”, tanya Panjul kepada Penjol temannya.
Mie Ayam berhadiah Mobil, kan banyak dicari jadinya mahal”, jawab Penjol sok nebak.
Salah, yang benar Mie yang paling mahal adalah Miyabi”, kata Panjul kepada Penjol.

Yah dari tebak-tebakan di atas mungkin kita tidak asing lagi dengan artis perempuan Jepang yang bernama Maria Ozawa atau Miyabi. Miyabi adalah sosok artis puanas alias hot yang berasal dari Negeri Samurai, artis-artis semacam inilah yang selama ini menjadi bahan pencarian baik di Google maupun di situs penyedia Video Youtube.

Selasa, 04 Januari 2011

Geliat Islam Di Korea

Oleh : Spirit Of Beyond (Anto Andika)


Sesuai dengan permintaan salah satu pembaca setia Spirit Of Beyond, penulis menulis tentang Islam di Korea.
Apa yang kalian tahu tentang Korea, gingseng merahnya yang terkenal, masakan Korea, atau cewek-cewek Korea yang cantik-cantik dan cowok-cowok Korea yang ganteng-ganteng  ( kaya yang nulis blog ). Ok cantik dan ganteng itu relatif yah, kalau jelek itu mutlak … lho iya, mencuri, membunuh, korupsi itu kan jelek, semua mengakui itu.

Mungkin kalian tahu Negeri Korea dari Sinetron-sinetron Korea yang menyajikan wajah-wajah oriental khas Korea, sebagai ciri khasnya. Gak kaya sinetron kita, yang ditampilin ya wajah Indo Bule, kaya Cinta Laura, Sandra Dewi, Sule dan sebagainya, bahkan Irfan Bachdim yang tatonya gambar pemandangan itu juga mau main Sinetron, yang bener aja orang dia kesini buat main bola kok suruh main sinetron.

Senin, 03 Januari 2011

Melawan Mainstream

Melawan Mainstream


Kekritisan nalar telah lama hilang lenyap
Idealisme mulai mengabur
Dan ideologi tampak seperti seorang pertapa
yang terbaring membatu

Tak banyak yang berani menantang badai
saat ketakutan bebas menyelami jiwa-jiwa yang lemah
yang membuatnya menyerah pada keadaan

Maka kembalilah pada kebenaran
kebenaran yang terangkum dalam wahyu yang suci
yang meneteskan ideologi yang kuat lagi benar
kebenaran yang menarik keberanian menerjang batu granit bahaya
membuat kita seperti seorang Cossack[1] dari Eropa Selatan
yang melihat lantakan emas tak lagi menggoda

ideologi yang benar itu akan membakar
sepanas bara di perapian
mengusir kebekuan berpikir
seperti energi bahan bakar
meletup tak terduga
membuat enigma perjuangan terasa begitu memikat

ideologi yang benar pula menguatkan idealisme
menjadikan nalar setajam mata pisau
yang mengokohkan tubuh agar tak limbung dihantam angin
dan mendorong kita bergerak berkali-kali
melawan mainstream.[]

Kusnady Ar-Razi, 03 Januari 2010
[1]Masyarakat yang memiliki kemampuan militer dan mempertahankan diri yang tinggi. Tinggal di wilayah Stepa, Eropa Selatan.

Minggu, 02 Januari 2011

Seruan Kepada Para Pengemban Dakwah !!!

Saudaraku..
Assalamu'alaikum...

Jalan kebenaran itu sulit dan berat serta sarat dengan onak dan duri. Semua orang mengetahui hal ini secara meyakinkan tanpa ada keraguan sedikitpun. Kendati sulit dan berat, orang Mukmin menikmati dan menyukai jalan kebenaran ini serta menemukan berbagai kenikmatan di dalamnya. Hal ini dapat terjadi karena adanya sebuah keyakinan yang kokoh sekeras karang dan sekuat baja.

Para pengemban dakwah harus memahami bahwa, kebenaran Islam tidak akan pernah tegak tanpa adanya tekad yang membaja dalam jiwa para pejuangnya. Islam akan selalu berdiri kokoh bersama orang-orang yang kokoh, bersama orang yang kuat dalam menanggung berbagai penderitaan. Dan tidak akan pernah tegak bersama orang-orang murahan, yang terbiasa hidup bermewah-mewahan dan berfoya-foya. Sungguh, Islam tidak mungkin akan kuat dengan orang-orang semacam itu.

Ijinkan Aku Menaklukkan - mu !!

Wahai mata, tunduklah pada Penciptamu.



Mengapa engkau begitu liar dan menjadi tak terkendali padahal bentukmu sangat kecil. Wahai mata, sesungguhnya engkau merupakan sumber kebaikan jika engkau memang berfungsi untuk tunduk pada Allah swt. Dan engkau bisa menjadi jalan untuk masuknya racun dunia hingga menyusup kedalam otak lalu mengalir pada setiap sendi-sendi manusia hingga sendi-sendi itu tergerakkan untuk mengikuti sumber busuk yang baru saja masuk melalui pintu dirimu. Wahai mata, sungguh tunduklah pada Allah. Jika selama ini engkau berfungsi menjadi jalan keburukan maka bersihkanlah dengan air mata ketakutan, ketakutan pada Penggenggam keberadaanmu, Allah Swt.


Penjamkan matamu dan tetesan-tetesan air mata akan kesalahanmu itu lebih bernilai dan lebih bisa mensucikan putihnya warnamu. Rindulah untuk melihat Al quran dan rindulah untuk menjadi pintu-pintu ilmu yang tentu sinar putihmu bisa menyinari hati dalam hari-harimu. Jikau engkau tetap memberontak dari perintah Tuhanmu, sungguh aku akan memaksamu untuk menangis, menangisi kelemahanmu dan menangisi dirimu atas saudara-saudaramu yang telah gugur hingga menangis darah karena kerelaannya untuk membela agama Allah Swt.

Wahai mata, jika engkau jenuh karena lelah sebagai pintu masuk ilmu, lelah melihat rintangan-rintangan di depanmu , lelah menahan dari segala hal yang bukan hak mu untuk kau lihat, maka ingatlah wahai mata, kelelahan itu akan segera terobati ketika engkau istirahat didalam tanah, istirahat dengan memejamkan matamu hingga hari Akhir yang dijanjikan tiba.

Wahai mata, tetaplah dalam fitrahmu yakni melihat sesuatu untuk dan dengan aturan Allah Swt Tuhanmu. Engkau akan tenang dengan fitrahmu itu, dan engkau akan semakin liar dan gelisa jika tidak mau dengan fitrahmu itu.

Wahai mata, kelelahanmu untuk pintu rahmat Allah tidak ada apa-apanya bila dibandingkan balasan Allah yang akan diberikan kepada Allah kelak. Sungguh bukankah sebuah kenikmatan yang tanpa batas bila kamu diberi kesempatan untuk memandang surga beserta isinya? Disana ada apa saja yang ingin kamu lihat. Termasuk bidadari yang seperti batu marjan.

Wahai mata, tidakkah ingin kamu berada ditempat yang paling tinggi, yakni surga firdaus yang dari ketinggian sanalah kamu bisa memandang nyala arsy Allah.

Wahai mata, bila balasan itu jauh lebih baik dari apa yang kamu pandang di dunia dan berbagai isinya maka tidakkah kamu ingin memaksakan diri untuk bisa mengendalikan dirimu dari segala sesuatu yang menghalangimu untuk kenikmatan yang dijanjikan kepadamu? Paksakan saja untuk tidak melihat aurot-aurot saudaramu, toh kamu hanya gelisa sesaat saja, toh pemaksaan itu tidak sampai membunuh dirimu. Apalagi derita dari pemaksaanmu untuk memalingkan dari yang bukan hakmu itu hanya sekejab saja. Sekejab untuk semilyar abad bahkan selama-lamanya disisi Allah Swt Tuhanmu.

Wahai mata, jika engkau tak sanggub menatap matahari maka mengapa kamu memilih menatap yang bukan Hak mu padahal siksa Allah itu jauh lebih panas dari matahari.

Sampaikan salam dan pesanku ini pada panca indra yang lain agar mereka memahami yang serupa denganmu..
tentu salam itu untuk mengabarkan bahwa itu semua bukan mutlak kesalahamun wahai mata. Akupun tau kau sudah menunduk, kau sudah berusaha memalingkan pandangan dari yang bukan hakmu jika kau memang berusaha, aku tau itu.

Namun dari yang engkau pandangi juga tidak pernah tahu malu. Menelanjangi lengannya, dadanya, kakinya dan juga rambutnya. Sungguh menggelisahkanmu. Untuk itu tidak cukup memang ketika kau berjuang untuk menahan diri dari usaha memalingkan arahmu dari ketelanjangan itu. Butuh lingkungan yang sesuai dengan fitrahmu yang tentunya tanpa aksi penelanjangan-penelanjangan itu. Ya aku sudah tahu mata. Akupun sedang menuju kesana, memperjuangkan lingkungan itu. Lingkungan yang diatur sistem Illahi, lingkungan para Sahabat dan Rasulullah Saw, sebuah institusi agung penegak hukum-hukum Nya. Ya itulah khilafah islamiyah yang dijanjikanNya.

Selagi memperjuangkan Khilafah islamiyah, maka bersabarlah.
Karena engkau juga kelak akan menikmati indahnya keagungan Khilafah.
Tetaplah berjuangan menjinakkan dirimu sendiri wahai mata, sementara aku mengusahakan tegaknya sistem itu.

Kesabaranmu untuk takluk pada aturan Alloh, Tuhanmu tentu akan mempercepat datangnya pertolonganNya, begitu pula sebaliknya.
Jika kamu kembali liar maka pertolongan akan tegaknya Kembali Khilafah islamiyah tentu akan semakin lama turun menghampiri kita.
Maka tetaplah bersabar, dan kau akan melihat hasilnya mata!

(Raind Nebula)


Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia

Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia




Adalah sangat jelas dalam sejarah Indonesia, bahwa syariah Islam pernah secara formal diterapkan di bumi Nusantara . Saat itu para Sultan menerapkan hukum Islam sebagai hukum negara. Hal ini membantah pendapat segelintir orang dari kelompok liberal, bahwa di Indonesia tidak pernah diterapkan syariah Islam secara formal oleh negara. Tidak hanya itu, kesultanan di Indonesia memiliki hubungan yang jelas dengan Khilafah Islam.

Tegaknya syariat Islam tidak lepas dari keberadaan penguasa kaum Muslim yang menerapkan hukum Islam, menjaga akidah Islam, melindungi kepentingan umat Islam, dan melakukan dakwah Islam. Penguasa tersebut sering disebut sebagai khalifah, imam, amirul mukminin, atau sultan.

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun 2011 ! ! ! !..............Saatnya Henshin !!!



Jam 5 sore Tombel, berserta pacarnya sudah bersiap untuk merayakan pergantiang tahun, mereka akan berangkat ke Ancol untuk melihat kemeriahan penyambutan Tahun Baru di sana, mereka menaiki berdua menaiki sepeda motor berboncengan dengan mesranya ( hmmm… maksiat ).

Sampai di Ancol sekitar jam 6 malam, maklum macet dan mampir-mampir dulu nyamper temen biasalah. Sampai di Ancol suasana rame dan gaduh, beberapa panggung hiburan sudah digelar, terlihat Asisten Band ( pembantu grup band ) sedang cek suara, ada yang mencoba menyetel ampli Gitar dan memainkan beberapa nada Gitar, ada yang mengecek dan menabuh Drum, ada juga yang mengecek Mikrofon untuk sang vokalis. Dijadwalkan malam itu akan ada beberapa grup Band dan penyanyi akan manggung di sana.