Page

Selasa, 02 November 2010

Pacaran Haram !!! Katakan itu Dengan Tegas dan Gak Mencla Mencle, Itulah Seharusnya Karakter Remaja Muslim.

hanya remaja kambing yang mau pacaran

Dua orang pelajar SMA yang kebetulan anggota Rohis, sedang berdebat dengan sengitnya di beranda sebuah masjid, mereka memperdebatkan soal pacaran, bolehkah atau haramkah. Remaja yang satu sebut saja namanya Reza dengan tegasnya mengatakan bahwa Pacaran itu Haram, sedangkan remaja satunya sebut saja namanya Justin, kelihatannya lebih berkompromi dengan realita pergaulan remaja, dia mengatakan bahwa Haram gaknya tergantung niat dari pelakunya, kalau niatnya untuk kebaikan ya gak haram. Mereka saling bantah-membantah, sampai akhirnya Justin yang fisiknya lebih guanteng daripada Reza mengatakan, “bilang aja gak ada cewe yang mau sama lo, pakai ngatain pacaran itu Haram”, bantah Justin dengan sengitnya.

Ada cerita lagi nih dari sahabat saya yang kebetulan sedang jalan-jalan sendirian dan lewat di sebuah tempat yang digunakan untuk pacaran, oleh pasangan remaja-remaja baik SMP, SMA dan Mahasiswa, karena agak cape, dia berhenti di bawah pohon beringin, di tempat itu ada beberapa anak kecil ( umur 6-7 tahun ) sedang bermain. Tiba-tiba salah seorang anak kecil itu dengan sok akrabnya mengatakan kepada sahabat saya “ mas nih temenku kecil-kecil kok dah pacaran “. Sahabat saya pun menanggapinya dengan sekenanya saja “ ya biarin, biar pinter “, kata sahabat saya tak peduli. “Pacaran kok pinter mas…pacaran itu Haram !!!!!...”, kata si anak kecil itu dengan suara lantang dan keras. Seketika itu beberapa remaja yang sedang asik pacaran dekat situ tersentak dengan suara lantang anak kecil itu. “ Mas gimana sih, kata pak ustad pacaran itu Haram !!!”, sekali lagi anak kecil itu dengan suara lantang, sahabat saya pun tertawa dan dia berkata dalam hati “ anak kecil aja tahu, kok yang gede pada nglakuin “.

kata si cowok dalam gambar "Demi dikau sayangku, kekasihku, pacarku... Saya tidak takut sama siapun termasuk Allah SWT" ( Naudzubillah... tobat-tobat sebelum azab Allah menimpa mu )

PACARAN ITU HARAM !!!!. SEMUA ULAMA PUN BERPENDAPAT DEMIKIAN… KITA ????
Banyak remaja yang ngotot bahwa pacaran itu boleh. Hmm... hanya demi sang pacar, aturan Allah ditentang, bahkan menentang kekuasaan Allah SWT, hati-hati lho.

Kemarin saya sudah posting bahwa pacaran sebenarnya bukan budaya Indonesia, lihat saja di postingan yang berjudul Pacaran Islami.
Oke nih dalilnya


Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. QS. Al Isra 32.

Kenapa pacaran itu mendekati zina ???
Oke kita lihat dalil dari hadis Rasulullah Saw, bahwa Zina itu banyak macamnya, seperti zina mata, zina mulut, zina telinga, zina pikiran, zina tangan dan zina kemaluan. HR Bukhari.

Aktivitas pacaran
1. Berduaan di tempat yang terpisah dengan orang lain, berduaan dengan menyendiri dari kerumunan orang. Ngobrol hanya berdua, tidak melibatkan orang lain, Berboncengan.
2. Saling merayu, baik langsung, via sms, chatting, facebook, twitter dan sebagainya.
3. Pegangan tangan, pelukan, ciuman.
4. Dan yang paling parah adalah berzina, ( melakukan hubungan suami istri ).
Nah salah satu saja dari keempat jenis aktivitas itu sudah bisa disebut mendekati zina ( taqarabbuz zina ) dan berzina, walaupun gak pacaran, dan hukumnya ya jelas Haram.

Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern

Nah dah ngeh kan…. Sebenarnya pacaran itu aktifitas jahiliyah, dan bukan budaya kita lho… itu budaya barat yang diadopsi dengan bahasa kita.
Kata pacar itu sendiri artinya adalah sebuah tanaman yang tumbuh di air, jadi sebenarnya bangsa Indonesia itu sebelumnya gak mengenal pacaran… bukankah itu hebat, bayangin kita gak mengenal budaya jahiliyah pacaran sebelumnya, kenapa karena selama berabad-abad bangsa Indonesia dipengaruhi budaya Islam yang rahmatan lil Alamin. Bahkan sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, kita mengenal budaya primitif yaitu “pingit “, atau anak cewek setelah baligh ( datang bulan ) gak boleh keluar rumah dan ketemu sama cowok yang bukan saudaranya, sampai dia menikah. Yah walaupun budaya pingit itu primitif dan katro, tetapi menegaskan bahwa budaya kita dulu gak mengenal pacaran.

cinta sejati hanya Dari Allah, Oleh Allah dan Untuk Allah SWT

LALU GIMANA KALO MAU NIKAH
Jangan khawatir kehabisan stok jodoh bila alasan remaja pacaran adalah agar mudah mendapat jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan di Lauhil Mahfudz sejak awal mula tuh ditiupkan bersamaan dengan rezeki dan mati kita. Tinggal bagaimana menjemput jodoh itu merupakan pilihan manusia, apakah jalan halal atau haram yang akan ditempuh. Dan inilah yang nantinya bakal dihisab di hari perhitungan kelak.
Remaja Muslim shalih pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi. Bisa sih dikatakan produktif yaitu ketika perut si cewek bertambah besar alias MBA (Married By Accident) alias hamil akibat berzina. Hii…astaghfirullah, na’udzubillah. Memproduksi calon jabang bayi yang tak tahu-menahu perbuatan dosa besar yang dilakukan oleh dua anak manusia ini. Asli, gak level banget kamu berada di posisi ini.

Ada sebuah mekanisme Islami yang disebut Taaruf, yaitu mempertemukan dua orang cowok dan cewek yang mau nikah, saling kenalan, saling berbagi dan sebagainya, tapi ada syaratnya :

1. Si cewek Harus didampingi oleh mahram ( muhrimya ) kaya kakaknya, bapaknya, kakeknya,adikya ( kalau sudah baligh ).
2. Benar-benar diniatkan untuk menikah, bukan Cuma main-main lho.
3. Boleh saling ngobrol ( ya iyalah masa diem aja ), saling mengungkapkan diri masing-masing dengan jujur.
4. Jika sudah terjadi kesepakatan tinggal si cewek dilamar, lalu nikah.
5. Taaruf Bisa dilakukan lebih dari satu kali.

tegas seperti Muhammad Al Fatih

SIKAP REMAJA MUSLIM : TEGAS, LUGAS, JUJUR, TIDAK MENCLA MENCLE TERHADAP KEMAKSIATAN, TIDAK NGALOR NGIDUL DALAM MENJELASKAN HALAL DAN HARAM, TIDAK PENYANYANG PENYENYENG ( ATAU TERLALU KOMPROMISTIS DENGAN KEMAKSIATAN )

Itulah seharusnya karakter remaja muslim sejati. Misalnya dalam hal menyikapi minuman keras ( Khamr ), remaja muslim akan mengatakan HARAM dengan tegasnya, tidak mencla mencle misalnya mengatakan khamr ya tergantung niatnya, kalo niatnya untuk mabuk-mabukan ya Haram, tapi kalo minumnya sedikit ya Halal, itu jelas sikap penyanyang penyenyeng yang sangat hina. Begitu juga dengan pacaran, orang dalilnya tegas yaitu Haram, dan pendapat semua Ulama juga mengatakan Haram, kok masih aja ada yang mengatakan tergantung niat, gantung aja lehernya kali yah ( hahaha…ok bercanda).

HANYA KHILAFAH ISLAM DAN SYARIAT ISLAM YANG AKAN MENGHAPUS SELURUH BUDAYA JAHILIYAH KUNO YANG DIBUNGKUS MODERN OLEH KAPITALISME.

sumber : http://spiritofbeyond1453.blogspot.com

Senin, 01 November 2010

Obama datang, Disambut Or diTendang ???

Gedung Putih memberitakan Presiden AS , Barack Obama akan berkunjung ke Indonesia 9-10 Nov 2010 (detik.com, 29 Okt 10)

KOMENTAR POLITIK :

Kita lihat perhelatan akbar apalagi yang akan disiapkan Indonesia untuk menyambut sososk manusia yang telah membantai kaum muslimin di Palestina, Irak, Afgan, dll.

Memang rencana kedatangannya berkedok ingin ke Mesjid Istiqlal & menjalin kerjasama dengan kaum muslimin.

Ini Cuma sekedar POLITIK PENCITRAAN.

Ini bukan su’udzon.

Tapi FAKTA!!

Apakah kita rela menyakiti hati saudara2 kita yang ada di Palestina, Afganistan, Irak, dsb,,, sedangkan di satu sisi kita menyambut kedatangan Obama dengan gegap gempita ???

SADARLAH KAUM MUSLIMIN!!

Ketika dia MUSUH ALLAH, maka DIA ADALAH MUSUH KITA!!

So, kami tunggu respond an aksi nyatamu..!!

MENERIMA/MENOLAK KEDATANGAN OBAMA??



Kamis, 28 Oktober 2010

Bunuh Sejenak Sumpah Pemuda

Bunuh Sejenak Sumpah Pemuda


Tanggal 28 Oktober, para pemuda boleh berbangga. Sejarah telah mengukir hari ini sebagai hari Sumpah Pemuda. Hari dimana para pemuda berserikat menuntut kemerdekaan Indonesia atas penjajahan asing. Gebrakan yang dilakukan oleh para pemuda bangsa pada 82 tahun lalu, telah berhasil menorehkan rumusan sumpah pemuda. Tepat 28 Oktober 1928, ribuan pemuda memadati sebuah bangunan di jalan Kramat Raya 106 untuk membacakan Sumpah Pemuda. Rumusan sumpah pemuda yang merupakan hasil Kongres Pemuda II tersebut berisi tiga poin, antara lain sebagai berikut[1] :

  1. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
  2. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  3. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Ikatan nasionalisme telah menggerakkan para pemuda kala itu untuk bersatu demi merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Perang fisik yang terjadi di tengah-tengah kondisi bangsa yang terjajah, rupanya mampu memberikan suntikan semangat dalam diri para pemuda. Namun sayangnya, semangat itu hanyalah semangat semu. Mereka bersatu karena terikat oleh semangat nasionalisme. Ikatan satu tanah air, satu bangsa, serta satu bahasa. Ikatan semu yang hanya muncul saat adanya serangan dari luar yang mengancam mereka. Pemuda merasa terancam dengan serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh penjajah. Hal inilah yang akhirnya menggerakkan mereka untuk melakukan perlawanan. Bersatu (hanya) saat dijajah secara fisik. Namun, ketika penjajahan fisik itu telah berakhir, semangat nasionalisme pun turut surut. Sehingga salah besar jika kita berharap pada ikatan nasionalisme. Ikatan semu, mudah hilang, dan tidak shahih (benar).

Apakah kalian pikir sekarang bangsa ini sudah merdeka dari penjajahan? Salah besar jika kalian menganggap demikian. Bahkan hingga detik ini pun kita masih dijajah. Walaupun penjajahan itu tidak lagi secara fisik, tetapi penjajahan secara pemikiran terus mengancam. Lalu di manakah nasionalisme yang kalian banggakan?? Hilang, terbawa arus globalisasi, terkubur genangan hedonisme. Bayangkan jika suatu saat kalian berpindah kewarganegaraan ke Belanda, dan (seandainya) saat itu Belanda sedang dijajah oleh Indonesia. Lalu atas dasar ikatan nasionalisme kalian beralih membela Belanda dan memusuhi Indonesia. Betapa munafiknya ikatan ini bukan? Karenanya nasionalisme memang merupakan ikatan yang bathil (salah), dan tidak layak dijadikan pedoman.

Selanjutnya, mari kita telusuri sejarah yang telah diukir oleh pemuda masa kini bernama mahasiswa. Kongres Mahasiswa Islam Indonesia. Setahun yang lalu, tepatnya tanggal 18 Oktober 2009, ribuan pemuda (mahasiswa Islam) memadati halaman Baskethall Senayan untuk membacakan sumpah mahasiswa. Rumusan Sumpah Mahasiswa ini adalah sebagai berikut :

Setelah kami melihat, mencermati, dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal di Indonesia dan negeri-negeri kaum Muslimin, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah :

  1. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  2. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan – untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  3. Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syariah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  4. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.
  5. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT.

Wujud yang sama berupa pergerakan pemuda. Namun, ada satu hal mendasar yang membedakan keduanya. Jika sumpah pemuda didorong oleh ikatan nasionalisme, berbeda halnya dengan sumpah mahasiswa yang digerakkan oleh ikatan akidah, yaitu akidah Islam. Ikatan yang didasarkan atas keimanan kepada Pencipta manusia. Ikatan yang tidak hanya tersekat batas Negara, tetapi lebih bersifat global dan mendunia. Tidak lagi memandang bahwa kita adalah bangsa Indonesia, tetapi melihat bahwa kita adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Ikatan yang muncul karena konsekuensi syahadat kita, yang mengakui Allah SWT sebagai pencipta sekaligus pengatur hidup kita. Sehingga ketika melihat kondisi dunia yang mencampakkan aturan Ilahi, maka di manapun berada, pemuda dengan ikatan akidah ini akan memberontak, meneriakkan PERUBAHAN demi diterapkannya hukum Allah SWT di bumi-Nya.

Wahai pemuda, berapa usiamu saat ini? Apa yang telah kau lakukan untuk agama Allah?

Sejarah Islam telah mencatat kehebatan generasi muda Islam yang tangguh. Diantara pemuda-pemuda tangguh tersebut adalah sebagai berikut[2] :

1. Zubeir bin al-Awwam

Beliau adalah teman diskusi Rasulullah saw, anggota pasukan berkuda Islam, tentara yang pemberani, juga pemimpin dakwah Islam di zamannya. Berapa usianya? 15 tahun!!

2. Thalhah bin Ubaidillah

Beliau adalah salah seorang pembesar utama barisan di Mekkah, singa podium yang handal, tentara berkuda yang masyhur dengan kepiawaian dan keberaniannya, donator infaq fi sabilillah, juga seseorang yang dijuluki Rasulullah sebagai Thalhatul Khoir (pohon kebaikan). Usianya 16 tahun!!

3. Sa’d bin Abi Waqash

Seorang sahabat besar, yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam. Beliau saat itu berusia 16 tahun!!

4. Al-Arqam bin Abil Arqam al-Makhzumi

Selama 13 tahun penuh, beliaulah yang berani membuka pintu rumahnya untuk dijadikan markas dakwah di kota Mekkah, meski bahaya terus membayangi. Beliau berusia 16 tahun saat itu!!

5. Mu’adz bin Amr bin al-Jumuh dan Mu’adz bin ‘Afra’

Mu’adz berusia 14 tahun, sedangkan Mu’adz bin ‘Afra’ berusia 13 tahun. Di usia yang begitu muda, mereka bertekad bergabung dengan tentara muslim berperang di medan Badar. Ketika itu, Mu’adz bertanya kepada Abdurrahman bin ‘Auf, “Wahai paman, tunjukkan kepadaku mana yang bernama Abu Jahl?” Ibnu ‘Auf kaget dengan pertanyaan itu, dan balik bertanya, “Apa yang ingin kau perbuat padanya?” Mu’adz menjawab, “Aku dengar dia telah melukai Rasulullah saw. Maka demi Allah! Jika aku melihatnya, tidak akan ku biarkan hitam mataku dengan hitam matanya berpisah hingga salah satu dari kami, mati!” Subhanallah! Hingga akhirnya kedua karib ini pun berhasil membunuh Abu Jahl.

6. Usamah bin Zaid

Beliau bergabung dengan pasukan Ghalib bin Abdillah pada tahun 7 Hijriyah, saat berusia 14 tahun. Juga ikut dalam Fathu Makkah (penaklukan Mekkah), Hunain, dan lain-lain. Saat usianya 18 tahun, beliau diangkat oleh Rasulullah saw. menjadi panglima perang muslim untuk menggempur pasukan Romawi di Syam.

7. Muhammad al-Fatih

Beliau telah menguasai 7 bahasa ketika berumur 23 tahun, menjadi gubernur ibukota ketika berumur 21 tahun, dan semenjak baligh hingga meninggal tidak pernah meninggalkan rawatib dan tahajjud. Prestasi Muhammad al-Fatih adalah menaklukan Konstantinopel (Byzantium) saat berumur 23 tahun.

Bagaimana dengan kita? Apa yang telah kita persembahkan untuk agama Allah?

Wahai pemuda,

Sekarang bukan saatnya untuk bersantai-santai, karena maut selalu mengintai.

Tak layak pula engkau terhanyut dalam kenikmatan dunia, karena kenikmatan yang abadi hanyalah di surga.

Jika engkau masih merasa HIDUP, maka BERGERAKLAH!!!

Karena gerak menunjukkan adanya kehidupan.

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (TQS. an-Nisaa [4] : 95)

Maka, bunuh sejenak sumpah pemuda dengan ikatan nasionalisme-nya. Mari kita buka lembaran sejarah Islam yang lebih mulia dengan ikatan akidah-nya. Berjalanlah di jalan yang lurus (yaitu jalan Islam), bukan jalan thaghut. Perangi sistem kufur (Demokrasi, Kapitalisme, Sekulerisme, Liberalisme) yang merusak moral bangsa. Cukup jadikan Dienullah (Islam) sebagai satu-satunya sistem hidup kita. Jadilah pemuda Islam harapan umat, yang merindukan kemenangan. ALLAHU AKBAR!!!

[Zakiya El Karima]

Catatan Kaki :

[1] http://www.museumsumpahpemuda.go.id/

[2] DR. Raghib As-Sirjani. Anak Muda Nyalakan Semangatmu!. Samudera. 2007. Hal 30-59.

Kamis, 14 Oktober 2010

Dunia Tanpa Mujahid

Dunia tanpa mujahid bagaikan hari tanpa mentari

bagaikan waktu tak bertempat

bagaikan permainan tak kan pernah berakhir

Engkau tak tahu perlunya perubahanbahkan,

engkau tak mau tahu artinya perubahan

sampai perubahan itu sendiri menggilasmu

Dunia tanpa mujahid

bagaikan perjalanan tanpa kuda

yang mengantarmu melintasi terjalnya medan-medan jihad

yang mengantarmu melihat luasnya padang-padang perjuangan

dan yang mengantarmu ke tempat-tempat tak terfikirkan

Engkau tak tahu perlunya perubahan

bahkan, engkau tak mau tahu artinya perubahan

sampai perubahan itu sendiri menggilasmu

Dunia tanpa mujahid

bagaikan burung tanpa sayap

yang membawamu melayang di angkasa fathu Makkah

yang membawamu melintasi awan-awan Jibraltar

dan yang membawamu ke tempat-tempat tak terbayangkan

Dunia tanpa mujahid

tak pernah pernah ada dalam Islam

Karna, Islam hadir untuk diperjuangkan para mujahid

catatan ARUM 

juga diambil dari blognya mbak'e ann F.

Selasa, 12 Oktober 2010

Puisi ku untuk mu

pinter nya para pemimpin kita

mengacu hukum ke negri belanda

pinternya para pemimpin kapitalis

menimba ilmu hukum ke negri inggris

gak ada yang lebih logis?

semua hanya utopis...

jauh-jauh mencari KUTIL

sudah mahal tak ada hasil

berharap adil ternyata bathil

para pemimpin bakhil

sukanya jahil

duit rakyat dibuat usil

seberapa pinterkah para pemimpin kita?

tidaklah sepintar yang kita duga

pemimpin atau kah pembebek?

masa kita ga melek?

pemimpin modal ketek

maunya tak sobek-sobek

mengikuti penjajah lebih mudah

hukum Allah dianggap sampah

oh, tidak itu kah yg disebut pemimpin amanah?

menebar janji sampai mulut berbusah

yang ada hanya tipuan sampah

sampai kapan kah negri ini terpuruk?

sampai para cecunguk itu pada busuk..

negri pengekor

para pemimpinnya tukang molor

tidak lebih mulya dari penjual kolor

maunya sih sohor

yang ada malah tekor

wah dasar pengekor..

gak sadarkah kita telah tertipu

inilah kerjaan pemimpin dungu

banyak bergaya banyak belagu

saatnya kita hijrah

dari negri sampah ke negri gemah ripah

hanya lewat syariah kita bisa berubah

ya.. hanya dengan al quran dan assunah

kita bisa berubah dan terarah

terapkan syariah

tinggalkan hukum-hukum jahiliah

tegakkan kembali khilafah alaminhajjin nubuah

sesuai al quran dan assunah

insya Allah berkah

dunia akhirat pasti bungah ...

http://mpudz.blogspot.com/

http://ciomasonline.com/

Rabu, 01 September 2010

Lubang



Dua anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.

“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.


“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang.

Rupanya, dua anak itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang. Tibalah giliran sang adik mengorek-ngorek lubang dengan rantingnya. Ia berharap, bola pimpong bisa tersangkut di ujung ranting dan tercungkil keluar lubang. Tapi, selalu saja ia gagal.

Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.
“Belum berhasil, Nak?” tanya sang ibu sambil memberikan isyarat kehadirannya.

“Belum, Bu. Lubangnya dalam sekali!” ujar kedua bocah itu memperlihatkan keputusasaan.

“Nak,” ujar sang ibu sambil memegang dua pundak anak-anaknya. “Coba kau isikan air ke lubang. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola!”
***

Mencari solusi dalam problematika hidup mungkin tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.

Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang problematika hidup tersebut. Tak banyak yang memahami bahwa mencari solusi dari masalah tidak melulu dengan upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi. Dari memberi itulah, ia mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Tepat sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, “Penuhi lubang dengan air, ia akan memberimu bola!” (muhammadnuh@eramuslim.com)

Subhanallah, Rakyat Masih Miskin


Indonesia ternyata makmur dan kaya. Ya begitulah kondisinya. Indonesia tidak berada di bawah garis kemiskinan, karena pada faktanya secara tersurat kita akan membangun gedung pencakar langit khusus orang-orang yang mewakili rakyat sebesar Rp 1,6 M, eh salah harusnya Rp 1.600.000.000.000,00 atau setara Rp 1,6 Triliun.

Anehnya itu sudah paket dengan fasilitas kolam renang dan spa. Whats ?! Ada Spa dan Kolam Renangnya juga. Dalam benak saya berpikir Ooo... mungkin rapatnya sambil berendam di kolam renang atau istirahatnya di Spa, supaya tidak kantuk. Wow, Indonesia eh orang-orangnya walau pun kebanyakan miskin tapi tetap terlihat elit. Sebagai rincian dana tersebut seperti ini,

Biaya Konstruksi Fisik Rp 1.125.074.721.000

Biaya Konstruksi Perencanaan Rp 19.126.270.257

Biaya Konsultan MK : Rp 16.876.120.815

Biaya Pengelolaan Kegiatan : 1.125.074.021

Total Biaya : Rp 1.162.202.186.793

Biaya tersebut belum termasuk biaya TI, sistem keamanan, dan furnitur.

Saya juga jadi punya pikiran, lho gmana kalau nanti Ibukota Indonesia pindah ya ? Bangunannya bisadipindahkan juga nggak ya ? Kebayang saja, Pemerintah bakal memindahkan seluruh perangkat administrasi negara keseluruhannya. Artinya, mungkin gedung baru ini akan ditinggalkan pemiliknya dan ke depan akan direncanakan pembangunan gedung baru lagi.

Subhanallah. Memang baik sekali budi masyarakat Indonesia. Sudah di dzholimi, mereka juga memilih orang-orang yang dzholim dan ternyata mereka membuka diri menjadi orang-orang yang murah sedekah kepada wakil rakyat yang dzholim. Saya jadi berpikir, ada nggak ya orang-orang dari partai islam yang di kenal ajengan, ulama, da’i atau ustadz lah yang duduk di sana dan keluar masuk gedung DPR/MPR menggunakan sepeda ontel jaman dahulu, atau berjalan kaki serta dengan pakaian dan jas sederhana yang di beli dari pasar kaki lima.

Sudah ah, nggak baik ngomongin kejelekan pemerintah. Mari kita cari yang baiknya terhadap rakyat. Masih ingat nggak bahwa presiden kita tuh pernah menurunkan harga minyak 3 kali lho... (Woiii sadar pemerintah juga yang naik lebih dari 3 kali), oh iya masih ingat nggak saat sidang kasus Century yang dulu dilakukan anggota DPR sampai tidak tidur,,, (Woiii sadar juga donk itu Cuma narsis doank... buktinya mbak Mulyani berhasil ”lari” pak Boediono masih sering nongol, pak SBY nih... jadi nggak terdeteksi kesalahannya), masih ingat nggak saat DPR juga meminta pemerintah bertindak tegas akhir-akhir ini terhadap Malaysia, bahkan diantara mereka menyuruh agar stasiun televisi nasional menghentikan penayangan Upin dan Ipin... (Woii sadar juga donk pemerintah kita saja masih aktif ngirim TKI ke sana karena para TKI sudah tahu bahwa di Indonesia nggak bisa kerja n’ jangan lupa beraninya kok sama tetangga... beberapa waktu yang lalu kapal induk Amerika serikat saja dengan mudah mondar-mandir di Indonesia nggak ada yang gubris....).

Lho lantas kebaikan apa nih yang bisa saya banggakan dari pemerintah ini ? Coba para pembaca ada yang bisa tebak kebaikan apa yang dilakukan pemerintah terhadap rakyatnya ? Hmmm... masihkah kita berharap pada Demokrasi. Ya seperti apa yang diharapkan orang-orang yang benci kebangkitan islam dan juga khilafah. Hmm.. pokoknya sekali khilafah tetap khilafah. Sekali islam tetap islam sebagai solusi.

Zain Rahman El-Palembani

Fokus Institut/ direktur www.syiar-islam.com