Page

Kamis, 14 Oktober 2010

Dunia Tanpa Mujahid

Dunia tanpa mujahid bagaikan hari tanpa mentari

bagaikan waktu tak bertempat

bagaikan permainan tak kan pernah berakhir

Engkau tak tahu perlunya perubahanbahkan,

engkau tak mau tahu artinya perubahan

sampai perubahan itu sendiri menggilasmu

Dunia tanpa mujahid

bagaikan perjalanan tanpa kuda

yang mengantarmu melintasi terjalnya medan-medan jihad

yang mengantarmu melihat luasnya padang-padang perjuangan

dan yang mengantarmu ke tempat-tempat tak terfikirkan

Engkau tak tahu perlunya perubahan

bahkan, engkau tak mau tahu artinya perubahan

sampai perubahan itu sendiri menggilasmu

Dunia tanpa mujahid

bagaikan burung tanpa sayap

yang membawamu melayang di angkasa fathu Makkah

yang membawamu melintasi awan-awan Jibraltar

dan yang membawamu ke tempat-tempat tak terbayangkan

Dunia tanpa mujahid

tak pernah pernah ada dalam Islam

Karna, Islam hadir untuk diperjuangkan para mujahid

catatan ARUM 

juga diambil dari blognya mbak'e ann F.

Selasa, 12 Oktober 2010

Puisi ku untuk mu

pinter nya para pemimpin kita

mengacu hukum ke negri belanda

pinternya para pemimpin kapitalis

menimba ilmu hukum ke negri inggris

gak ada yang lebih logis?

semua hanya utopis...

jauh-jauh mencari KUTIL

sudah mahal tak ada hasil

berharap adil ternyata bathil

para pemimpin bakhil

sukanya jahil

duit rakyat dibuat usil

seberapa pinterkah para pemimpin kita?

tidaklah sepintar yang kita duga

pemimpin atau kah pembebek?

masa kita ga melek?

pemimpin modal ketek

maunya tak sobek-sobek

mengikuti penjajah lebih mudah

hukum Allah dianggap sampah

oh, tidak itu kah yg disebut pemimpin amanah?

menebar janji sampai mulut berbusah

yang ada hanya tipuan sampah

sampai kapan kah negri ini terpuruk?

sampai para cecunguk itu pada busuk..

negri pengekor

para pemimpinnya tukang molor

tidak lebih mulya dari penjual kolor

maunya sih sohor

yang ada malah tekor

wah dasar pengekor..

gak sadarkah kita telah tertipu

inilah kerjaan pemimpin dungu

banyak bergaya banyak belagu

saatnya kita hijrah

dari negri sampah ke negri gemah ripah

hanya lewat syariah kita bisa berubah

ya.. hanya dengan al quran dan assunah

kita bisa berubah dan terarah

terapkan syariah

tinggalkan hukum-hukum jahiliah

tegakkan kembali khilafah alaminhajjin nubuah

sesuai al quran dan assunah

insya Allah berkah

dunia akhirat pasti bungah ...

http://mpudz.blogspot.com/

http://ciomasonline.com/

Rabu, 01 September 2010

Lubang



Dua anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Sambil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kecil.

“Dapat, Kak?” ujar sang adik menampakkan wajah penasaran.


“Belum, Dik. Lubangnya dalam sekali!” jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam ke pangkal lubang.

Rupanya, dua anak itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang. Tibalah giliran sang adik mengorek-ngorek lubang dengan rantingnya. Ia berharap, bola pimpong bisa tersangkut di ujung ranting dan tercungkil keluar lubang. Tapi, selalu saja ia gagal.

Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.
“Belum berhasil, Nak?” tanya sang ibu sambil memberikan isyarat kehadirannya.

“Belum, Bu. Lubangnya dalam sekali!” ujar kedua bocah itu memperlihatkan keputusasaan.

“Nak,” ujar sang ibu sambil memegang dua pundak anak-anaknya. “Coba kau isikan air ke lubang. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola!”
***

Mencari solusi dalam problematika hidup mungkin tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.

Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang problematika hidup tersebut. Tak banyak yang memahami bahwa mencari solusi dari masalah tidak melulu dengan upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi. Dari memberi itulah, ia mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Tepat sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, “Penuhi lubang dengan air, ia akan memberimu bola!” (muhammadnuh@eramuslim.com)

Subhanallah, Rakyat Masih Miskin


Indonesia ternyata makmur dan kaya. Ya begitulah kondisinya. Indonesia tidak berada di bawah garis kemiskinan, karena pada faktanya secara tersurat kita akan membangun gedung pencakar langit khusus orang-orang yang mewakili rakyat sebesar Rp 1,6 M, eh salah harusnya Rp 1.600.000.000.000,00 atau setara Rp 1,6 Triliun.

Anehnya itu sudah paket dengan fasilitas kolam renang dan spa. Whats ?! Ada Spa dan Kolam Renangnya juga. Dalam benak saya berpikir Ooo... mungkin rapatnya sambil berendam di kolam renang atau istirahatnya di Spa, supaya tidak kantuk. Wow, Indonesia eh orang-orangnya walau pun kebanyakan miskin tapi tetap terlihat elit. Sebagai rincian dana tersebut seperti ini,

Biaya Konstruksi Fisik Rp 1.125.074.721.000

Biaya Konstruksi Perencanaan Rp 19.126.270.257

Biaya Konsultan MK : Rp 16.876.120.815

Biaya Pengelolaan Kegiatan : 1.125.074.021

Total Biaya : Rp 1.162.202.186.793

Biaya tersebut belum termasuk biaya TI, sistem keamanan, dan furnitur.

Saya juga jadi punya pikiran, lho gmana kalau nanti Ibukota Indonesia pindah ya ? Bangunannya bisadipindahkan juga nggak ya ? Kebayang saja, Pemerintah bakal memindahkan seluruh perangkat administrasi negara keseluruhannya. Artinya, mungkin gedung baru ini akan ditinggalkan pemiliknya dan ke depan akan direncanakan pembangunan gedung baru lagi.

Subhanallah. Memang baik sekali budi masyarakat Indonesia. Sudah di dzholimi, mereka juga memilih orang-orang yang dzholim dan ternyata mereka membuka diri menjadi orang-orang yang murah sedekah kepada wakil rakyat yang dzholim. Saya jadi berpikir, ada nggak ya orang-orang dari partai islam yang di kenal ajengan, ulama, da’i atau ustadz lah yang duduk di sana dan keluar masuk gedung DPR/MPR menggunakan sepeda ontel jaman dahulu, atau berjalan kaki serta dengan pakaian dan jas sederhana yang di beli dari pasar kaki lima.

Sudah ah, nggak baik ngomongin kejelekan pemerintah. Mari kita cari yang baiknya terhadap rakyat. Masih ingat nggak bahwa presiden kita tuh pernah menurunkan harga minyak 3 kali lho... (Woiii sadar pemerintah juga yang naik lebih dari 3 kali), oh iya masih ingat nggak saat sidang kasus Century yang dulu dilakukan anggota DPR sampai tidak tidur,,, (Woiii sadar juga donk itu Cuma narsis doank... buktinya mbak Mulyani berhasil ”lari” pak Boediono masih sering nongol, pak SBY nih... jadi nggak terdeteksi kesalahannya), masih ingat nggak saat DPR juga meminta pemerintah bertindak tegas akhir-akhir ini terhadap Malaysia, bahkan diantara mereka menyuruh agar stasiun televisi nasional menghentikan penayangan Upin dan Ipin... (Woii sadar juga donk pemerintah kita saja masih aktif ngirim TKI ke sana karena para TKI sudah tahu bahwa di Indonesia nggak bisa kerja n’ jangan lupa beraninya kok sama tetangga... beberapa waktu yang lalu kapal induk Amerika serikat saja dengan mudah mondar-mandir di Indonesia nggak ada yang gubris....).

Lho lantas kebaikan apa nih yang bisa saya banggakan dari pemerintah ini ? Coba para pembaca ada yang bisa tebak kebaikan apa yang dilakukan pemerintah terhadap rakyatnya ? Hmmm... masihkah kita berharap pada Demokrasi. Ya seperti apa yang diharapkan orang-orang yang benci kebangkitan islam dan juga khilafah. Hmm.. pokoknya sekali khilafah tetap khilafah. Sekali islam tetap islam sebagai solusi.

Zain Rahman El-Palembani

Fokus Institut/ direktur www.syiar-islam.com

Kamis, 19 Agustus 2010

IDEOLOGI ADALAH SENJATA





IDEOLOGI ADALAH SENJATA (sebuah realita perjuangan)

jika Anda katakan bahwa kami sekedar omong belaka.

maka biar, kami todong batok kepala Anda.

Ideologi adalah senjata !!

Ada yang sedang menguras energi tenggorokannya, untuk berorasi memanaskan mimbar.

Untuk mengusir segala setan keraguan dan ketakutan berjuang di benak pendengar.

Ada protes-protes, dalam derap aksi yang angkuh dihadapkan kekuasaan yang dzolim.

Di tengah derap aspal yang panas itu pula, ribuan gelak takbir menggema megganggu telinga mereka yang tak terbiasa mendengar kalimat tauhid.

Di lain kamar, ada yang sibuk meraut memejamkan penanya.

coba mengaditasi para pembaca untuk bergerak setelah sekian lama menua dalam kejumudan.

atau memainkan pikiran dan kata, untuk bersilat memukul balik segala opini bathil yang coba menghantam ideologinya.

Di tangah malam, saat para pemalas kelelahan akibat cinta yang membosankan.

Beberapa pemuda justru merayapi dinding, nge-lem puluhan pamflet buram hitam putih.

hasil teriak-teriak singkat dalam jiwa, yang bakal mempropagandakan, memberi energi, untuk kampus yang mati di keesokan harinya.

Di lain pihak, satu forum yang sepi, sekelompok pemuda-pemudi mengadakan seminar.

menakar argumen, intelektualitas, dan memaksa ideologi lain untuk tunduk dihadapan kebenaran Islam.

Atau bahkan kelompok-kelompok kajian kecil, Emapt-lima orang berdiskusi, berdebat dan mengkaji tentang sebuah kesepakatan, " BAGAIMANA MELAHIRKAN SATU KEBANGKITAN YANG MENANG, BUKAN KESEMANGATAN YANG GAGAL"

Lalu lagi-lagi lahir kader baru, untuk menggantikan, sebagian yang dibelahan bumi lain yang telah pergi dalam syahid.

Atau yang keluar dalam kekecutan. itulah yang terjadi. ketika seuah IDEOLOGI Islam telah merasuk dalam satu individu, dia akan meminta semua aliran jalan keluar yang disanggupi.

Dia merasa butuh untuk disampaikan, disebarluaskan, tak bisa ditahan-tahan.

Yang menahan bakal mati karena gelisah.

Dia juga tak bisa dikaitkan, diajak campur aduk, apalagi kompromi. Mereka paham Bung !!

Bahwa karakter Ideologi itu saling bunuh.

Prinsip aqidahnya Islam, telah membungkam kaum musyrik penyembah berhala dan yang dimurkai, yaitu kalangan Nasrani dan Yahudi.

Demokrasi dengan kedaulatan rakyat dan suara mayoritasnya bakal hancur di atas kedaulatan suara syara'.

Kapitalisme, si setan uang bakal mampus dihadapan ajaran tauhid yang anti materialistis, apalagi Komunisme ! bisanya cuma menghargai manusia sebatas benda-benda mati yang bisa berdialektika dan berevolusi.

Sekularisme juga tertolak, sebab Islam menuntut penyerahan diri yang kaffah. apa yang tidak datang dari ALLAH SWT dan Rasul-Nya, adalah sampah !!

Sejarah akan menjadi tong sampah besar yang menampung mereka. kita menyakini sepenuhnya, bahwa kebangkitan Islam secara konkrit terwujud dengan tegaknya hukum syariah dibawah Naungan Daulah Khilafah.

Dan jalan menuju itu tidak lain dengan penyadaran masal. dimana umat, paham dan menyakini bahwa sistem ini adalah sebuah kewajiban.

Satu-satunya jalan keluar dari segala keterpurukan. pilihan untuk kembali memimpin dunia untuk memberi rahmat bagi sekalian alam.

Hingga kita bisa berdiri tegak, dan menampik segala sistem kufur yang telah kelewat lama menginjak kita.

Mereka boleh berfikir, kita cuma sekedar bicara atau berwacana belaka. Tapi taukah kawan, mereka itulah yang justru payah.

para tukang gerutu yang cuma menginginkan hasil, segala yang matang, mental instan !!

Mreka tak mau berjibaku, bersusah paya dijalan perjuangan yang sunyi ini.

Jangan salah, omongan, kata-kata dan dan wacana kami adalah remah-remah pemikiran dari satu sumber, Islam.

Dengan sabar dan lamat-lamat, yakin suatu hari nanti akan lengkap. untuk membangun satu mozaik utuh, bernama kesadaran Islam.

Di titik itu , dunia akan terhentak, melihat ummat yang selama ini mereka jajah. tiba-tiba membuang segala pemikiran dan perasaan kufur.

Meraung melepas rantai sistem busuk. dan dengan damai, mengganti sistem ini dengan sistem Islam yang mereka yakini secara hakiki kebaikkannya.

Kesadaran yang mengantarkan kita kembali kepada kehidupan Islam dibawah Naungan Khilafah.

semuanya bakal terwujud, jika perjuangan ini sudah cukup untuk menyambut pertolongan Allah itu turun.

BRING BACK TO ISLAM AS IDEOLOGY ..... !!!!!

ALLAHUAKBAR



Kamis, 29 Juli 2010

Coretan-Coretan Propaganda




Demokrasi telah membuang kehormatan manusia.

dalam sampah kehinaan hingga manusia terbiyasa dihina dan menghinakan dirinya.

lihatlah para perempuan dan anak-anak yang mau saja jadi korban exploitasi.

atas bana seni, kemulyaan mereka dihargai dengan uang,

sungguh nilai yang sangat rendah

bukan cuma itu, Demokrasi telah sangat menjauhkan manusia dari kebangkitan hakiki

so...........sudah saatnya demokrasi dimusnahkan

ganti dengan sistem Islam yang tidak hanya memulyakan manusia tetapi juga menjaga kemulyaannya.

wahai para pejuang, siapkan dirimu untuk lakukan revolusi esok hari



kita ciptakan sejarah kebangkitan Islam dengan tinta emas dari tangan-tangan kita.

ALLAHUAKBAR !!!!

Jumat, 23 Juli 2010

Welcome to My Life !......


Do you ever feel like breaking down?
Do you ever feel out of place?
Like somehow you just don’t belong
And no one understands you
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked
When you’re down
To feel like you’ve been pushed around
To be on the edge of breaking down
When no one’s there to save you
No you don’t know what it’s like
Welcome to my life

Sebuah curhat dari anak-anak Simple Plan, dengan title Welcome to My Life. Lagu ini sempat jadi tembang favorit saya. Selain karena iramanya memang asyik punya, tapi terlebih karena isi liriknya…. oke dan pas banget. Ya… Welcome to my life menggambarkan kehidupan realistis yang sering kita alami, beda dengan kebanyakan lagu lain yang lebih berbau hedonis, melenakan, atau dengan tema yang monoton… cinta melulu. Lagu ini beda. Dia menghantarkan kita pada kenyataan sebuah gerbang kehidupan yang tidak semanis orang lain bayangkan. Selamat datang dalam kehidupanku… yang penuh dengan luka…. terpinggirkan, bahkan terlempar di saat-saat penuh kepedihan, ketika tak ada seseorang yang peduli, yang ada hanya cemooh, ketika satu per satu yang dimiliki pergi… But it is my life….. maka welcome to my life.

“Lagu ini kayak marsnya para da’i saja” sergah salah seorang teman suatu ketika.Sorotan lampu berkedap-kedip… hentakan keras musik, sementara kaki-kaki mengayun di lantai dansa… DJ memainkan musik, disko dimulai….. Ampuuunn DJ!!Di sini engkau mendapat prestise. Di sini engkau diperhitungkan…. gaul… keren! Sementara di dunia kedua para penghuninya adalah komunitas yang terpinggirkan. Disini mereka dicaci, dihina, dilemparkan, bahkan dilukai. Alih-alih dihormati, yang ada bagi yang istiqomah dalamnya adalah cap fundamentalis, fanatik, ekstrimis, bahkan teroris!

Saya merengut kurang mengerti. “Iya, lagu ini persis kayak kehidupannya para da’i. Yaa gak mirip-mirip amat sih. Namun coba deh simak, liriknya menggambarkan realitas yang seringkali dialami dalam kehidupan dakwah. Kehidupan yang menggetirkan…. Namun bagaimanapun kehidupan seperti itu telah menjadi pilihan… jadi ya… Welcome to my life lah” ujarnya menjelaskan.

Saya termangu dalam.

Yap, dunia dakwah. Ini tentunya beda dengan dunia gemerlap alias dugem. Kehidupan penuh silau dunia….

Dunia seperti ini sih memang menggiurkan. Mewakili kehidupan bergemilang kesenangan dan kemewahan yang dielu-elukan kaum remaja kebanyakan.

Sementara jauh di sana… di sebuah lingkungan yang jauh dari hangar bingar saat lampu disko berkelap-kelip… para pendekar dakwah malah sedang bertafakur, asyik larut dalam zikir memuja Rabbnya. Setelah seharian disibukkan dengan aktivitas dalam medan perjuangan dakwah yang begitu melelahkan.

Di dunia yang pertama para pemeluknya dielu-elukan. Dipuja-puji.

Dunia dakwah, sebagaimana penggambaran yang coba ditampilkan oleh Syair nasyid berikut ini….

Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang
Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang menatap
Pada debu yang pasti kah hinggap
Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh ujungnya belum tiba

Lirik yang dibawakan lirih, saya seringkali merasa trenyuh ketika mendengar penggambaran ini. benar, jangan pernah mengharap kesenangan dalam perjuangan dakwah ini. Karena engkau bakal kecewa ketika realitanya yang engkau temui adalah kepedihan. Jalan dakwah tak seindah pandangan mata. Jalannya memang sunyi dari pengikut, namun tak sunyi dari marabahaya. Akan ada ancaman, akan ada ujian, akan ada cacian, kelak tak jarang nyawa bahkan bisa jadi melayang.Ketika dakwah ditolak dengan sinis. Ketika seruan dibalas dengan timpukan sendal. Ketika iming-iming harta membayangi mencoba memalingkan. Ketika palu hakim menjatuhkan vonis tahanan. Ketika yang tersisa cuma gelap pekat.

Intiplah apa yang pernah dialami para sahabat dan pejuang terdahulu ketika mereka memutuskan melebur dalam barisan ini. Bukankah Saad rela berpisah dengan ibu tercintanya demi bersama Rasul kekasihnya? Bukankah Bilal rela tersiksa segenap raganya demi pertahankan Ahadnya? Bukankah Khadijah mesti merelakan seluruh hartanya untuk mendukung dakwah Suami sekaligus RasulNya tercinta? Bukankah Shuhaib rela menukar seluruh harta yang susah payah dikumpulkan di Makkah demi kelapangan hijrahnya?

Inilah para pendekar teladan. Saksikanlah! Bukan jalan mulus yang mereka lalui. Ketika mereka ikrarkan untuk menjadi pendekar dalam perjuangan ini. Saat itu pula pedang-pedang musuh siap berkelebat, kuku-kukunya siap mencengkeram, dan anak panah-anak panah siap menerjang.

Tapi mah itu biasa atuh…..

Para pendekar tak bergeming.

Ketika fitnah keji menyarang ke diri mereka

Ketika cacian berulang tak henti dialamatkan. Ketika luka menghiasi sekujur badan. Ketika pada akhirnya satu persatu teman dan sanak keluarga menjauh. Ketika harta serupiah demi serupiah meludes. Ketika hampir tak ada seorang pun yang peduli. Ketika perjuangan yang mati-matian dijalani tak memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Ketika itu… akan mundurkah anda wahai pendekar?

Kallaa!!! Sekali-kali tidak! Allahu Akbar…. Laa haula wala… quwwata illa billah
Kalaupun harus mati… biarlah matiku karena berjuang di medan ini!
Kalau ada 1000 orang pejuang dakwah maka aku adalah salah satu di antaranya
Kalau ada 100 orang pejuang dakwah maka aku adalah salah satu di antaranya
Kalau ada cuma 10 orang pejuang dakwah maka aku tetap salah satu di antaranya
Dan kalaupun yang tersisa cuma ada 1 orang pejuang dakwah, akulah orangnya.
Dan bila tidak ada lagi pejuang dakwah….
Berarti aku telah mati syahid!

oleh Fauzan Muttaqien